1. Awal Kedatangan dan Sumur “Jantokan”
Kisah bermula saat ketiga tokoh tersebut berkelana mencari tempat tinggal baru. Dalam perjalanannya, mereka merasa lelah dan kehausan hingga akhirnya menemukan sebuah Patirtan (sumber air) di pinggir perkampungan. Di tempat inilah mereka membuat sumur kecil yang kelak dinamakan Sumur Jantokan.
Wilayah pemukiman di sekitar sumur tersebut kemudian dinamai Dukuh Purwo. Kata “Purwo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti permulaan, mengandaskan statusnya sebagai cikal bakal permukiman warga setempat, sementara Sumur Jantokan menjadi sumber air utama untuk kebutuhan hidup dan ternak.
2. Asal-Usul Nama “Banjargondang”
Melihat potensi tempat tersebut, Singopati dan Singonolo memutuskan untuk menetap di sekitar Jantokan. Namun, Singodipo memilih jalan berbeda hingga beredar kabar bahwa ia menjadi pimpinan perampok (kampak).
Mendengar kerusuhan tersebut, Singopati dan Singonolo berniat menangkap Singodipo. Meskipun Singodipo mengaku telah bertobat, perselisihan tidak dapat dielakkan hingga memicu perang tanding yang sengit. Singodipo kemudian melarikan diri ke dalam hutan.
Untuk mengejar Singodipo, Singopati dan Singonolo membentuk sebuah barisan pemburu. Dalam bahasa Jawa:
- BARISAN diartikan sebagai BANJAR
- PEMBURU diartikan sebagai GONDANG
Pengejaran legendaris “Barisan Pemburu” inilah yang diabadikan oleh masyarakat setempat menjadi nama Desa Banjargondang.
3. Jejak Sejarah Wilayah Sekitar Desa
Peristiwa pengejaran Singodipo juga meninggalkan jejak nama bagi beberapa tempat penting di sekitar Desa Banjargondang:
🌳 Dusun Jatimalang
Tempat bersembunyinya Singodipo di bawah pohon jati yang roboh melintang (malang).
👁️ Ungup-Ungupan
Tempat pengintaian yang dibuat oleh Barisan Pemburu di sebelah barat perkampungan.
🦚 Desa Mragel
Diabadikan dari penampakan burung Merak Migel yang dijumpai oleh Barisan Pemburu saat pencarian.
⛰️ Dukuh Puthuk
Berasal dari temuan gundukan tanah (puthuk) saat perluasan wilayah ke arah utara.
🏠 Rancangan
Kerangka pembuatan rumah (rancangan) yang ditemukan di ujung utara desa.
Silsilah dan asal-usul legenda ini dituturkan oleh Mantan Pejabat Penilik Kebudayaan, Ki Salikin Surya Atmaja, seorang tokoh budaya Desa Banjargondang yang telah dianugerahi penghargaan “Bintang Bhakti Budaya” oleh Bupati Lamongan atas jasanya melestarikan sejarah lokal.
