Tunas Muda Pertanian Banjargondang: Mahfud Alfin Buktikan Bertani Tembakau Menjanjikan
LAMONGAN — Di tengah maraknya anggapan bahwa generasi muda mulai enggan melirik sektor pertanian, sebuah dorongan berbeda ditunjukkan oleh Mahfud Alfin (26). Pemuda yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan ini memilih untuk meneruskan usaha tani keluarga sebagai petani tembakau.
Bagi Alfin, mengolah tanah bukan sekadar mata pencaharian, melainkan wujud tanggung jawab moril untuk menjaga warisan orang tuanya agar tak punah digerus zaman.
Ketelitian Teknik Budidaya Lokal
Sebagai representasi petani muda terpelajar, Alfin menerapkan langkah-langkah sistematis dalam membudidayakan tembakau:
1 Persiapan Lahan
Lahan dibersihkan dari gulma menggunakan herbisida, lalu digemburkan memakai traktor.
2 Pembuatan Guludan & Penanaman (Gejeg)
Dibuat guludan dan lubang tanam (gejeg). Uniknya, lubang tanam ini diberi luluh (lumpur basah) sebelum bibit dimasukkan agar tanaman muda lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan tanah.
3 Penyiraman & Pemupukan
Penyiraman perdana dilakukan 1–2 hari pascatanam, diikuti pemupukan pertama pada rentang hari ke-5 hingga ke-7.
Alfin menekankan bahwa keberhasilan panen sangat bergantung pada ketepatan jadwal pemupukan, pembersihan rumput liar, dan menjaga kegemburan tanah. Tanah yang gembur terbukti mampu mengikat kelembapan sehingga jaringan akar dapat berkembang optimal hingga masa panen tiba pada usia 90–100 hari.
Tantangan Alam dan Solusi Pompa Diesel
Menjadi petani muda tentu menghadapkan Alfin pada berbagai tantangan lapangan. Selain ancaman penyakit layu sebelah yang dapat mematikan tanaman secara mendadak, kendala terbesar lainnya adalah akses sumber air yang jauh dari lahan.
💡 Solusi Irigasi Musim Kemarau
Untuk mengatasi keterbatasan irigasi, para petani memanfaatkan mesin pompa diesel guna mengalirkan air dari jarak jauh. Solusi teknologis ini dinilai sangat membantu efisiensi waktu dan tenaga, terutama saat menghadapi terik musim kemarau.
Buah Manis Ketekunan dan Harapan Irigasi
Ujian dan kerja keras di sawah terbayar tuntas saat musim panen tiba dengan harga yang menguntungkan. Bagi Alfin, momen ketika hasil tembakau dihargai tinggi oleh pasar menjadi pengalaman yang paling berkesan sekaligus membuktikan bahwa ketelatenan bertani mampu memberikan kesejahteraan finansial yang sepadan.
Sebagai sosok pimpinan pemuda desa, Alfin menaruh harapan besar pada pengembangan infrastruktur daerah:
“Kami sangat berharap ada kemudahan akses air melalui fasilitas pengembangan sarana irigasi yang lebih memadai, agar petani tidak lagi kesulitan merawat tanaman saat kemarau.”
Tunas Baru di Tanah Banjargondang
Melihat fenomena di desanya, Alfin merasa optimistis terhadap masa depan pertanian. Ia mengamati tren positif di mana semakin banyak anak muda di Desa Banjargondang yang mulai turun ke sawah untuk membantu orang tua mereka menanam dan merawat tembakau.
