Penulis

Menjaga Mutu Daun Emas Banjargondang: Peran Strategis Bapak Bowo Mengawal Petani dari Hulu ke Hilir

LAMONGAN — Keberhasilan Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan sebagai salah satu sentra tembakau tak lepas dari hadirnya sosok penggerak di tingkat lokal. Salah satu figur kunci tersebut adalah Bapak Bowo. Menjabat sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sekaligus tengkulak tembakau, ia mengambil peran penting sebagai pendamping teknis bagi para petani di desanya.

Bagi Bowo, menjaga kualitas tembakau adalah kunci utama kesejahteraan warga. Melalui jam terbangnya, ia aktif membimbing petani mulai dari tahap olah tanah, strategi pemupukan, hingga perlakuan pascapanen agar tembakau yang dihasilkan memiliki nilai tawar tinggi di pasaran.

Kedisiplinan Teknik dan Nutrisi Lahan

Menurut Bowo, keberhasilan panen tembakau tidak bisa dipasrahkan begitu saja pada faktor cuaca, melainkan ditentukan oleh ketepatan teknik budidaya sejak awal. Ia membagikan standar penyiapan lahan dan pemupukan presisi yang diterapkan di Banjargondang:

1 Pengolahan & Pupuk Organik

Lahan dibajak hingga gembur, lalu diberi pupuk kandang (utamanya kotoran sapi) untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

2 Pupuk Dasar

Setiap lubang tanam diberi pupuk NPK sebelum bibit dimasukkan agar akar tanaman mendapat nutrisi optimal di fase awal.

3 Pemupukan Lanjutan

Pemupukan susulan pertama dilakukan sekitar satu minggu pascatanam, diikuti aplikasi bertahap (termasuk penggunaan urea) sesuai karakter lahan dan respons fisik tanaman.

📅 Jadwal Krusial Penanaman & Penyulaman

Penanaman idealnya diselesaikan paling lambat tanggal 20 Juli. Jika ada tanaman yang mati, proses penyulaman (penggantian bibit) wajib dilakukan maksimal 12 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman seragam dan panen serentak.

Manajemen Air dan Pengendalian Hama

Di tengah ancaman penyakit layu Fusarium yang hingga kini belum ditemukan obat yang benar-benar manjur, Bowo terus mengedukasi petani untuk mengedepankan langkah pencegahan (preventif) melalui perawatan intensif sejak dini.

Mengenai kebutuhan air, meski tembakau tergolong tanaman tahan kering, ketercukupan pasokan air tetap menjadi syarat mutlak. Saat ini, hadirnya 14 unit pompa air dan tandon sangat membantu petani menyokong kebutuhan irigasi lahan, terutama ketika durasi kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Modernisasi Pascapanen dan Efisiensi Kerja

Perkembangan teknologi turut membawa dampak positif signifikan pada proses pascapanen di Desa Banjargondang. Bowo menjelaskan bahwa era perajangan daun secara manual yang memakan waktu dan tenaga kini mulai ditinggalkan.

“Sebagian besar petani kita sekarang sudah beralih menggunakan mesin perajang bertenaga listrik maupun mesin diesel. Selain mempercepat proses pengolahan, efisiensi ini terbukti meningkatkan produktivitas dan menjaga mutu rajangan tembakau.”

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan konsisten menerapkan standar budidaya yang baik, reputasi serta kualitas tembakau Desa Banjargondang akan tetap terjaga sekaligus mengangkat derajat ekonomi masyarakatnya.